Bukan sebuah kesedihan, bukan sebuah penderitaan atau juga bukan sebuah penyesalan, ya… bukan karena semua itu sehingga aku menulis judul diatas, tapi karena sebuah tantangan yang bagaikan tembok raksasa berada didepanku menghadangku untuk melakukan satu hal yang menurutku sebuah harapan baik bagiku.
Kadang aku terpaku melihat tembok itu, bahkan kadang kakiku terasa kaku untuk menopang badanku. Mengapa tembok ini ada didepanku, apakah aku salah melangkah?, apakah ada orang yang sengaja menaruh tembok itu dijalan yang harus aku jalani, ataukah…, ataukah…., aku harus katakan Tuhan-lah yang “sengaja” membuat tembok ini didepanku.
(bersambung….)
setuju bos
akhirnya ada juga orang yang setuju….
Berat amat yah ?
@Wew
Susah untuk dijelaskan…